× -language-

×
×
  • url:
×
×
×
7 0 0 0 0 0
7
   ic_mode_dark.png
Berlin – Dunia energi tengah digemparkan oleh sebuah terobosan besar yang lahir dari Jerman. Para peneliti berhasil mengembangkan baterai generasi baru yang disebut “salt-air battery”, menggunakan bahan dasar garam, besi, dan udara. Teknologi ini diklaim ramah lingkungan, sepenuhnya dapat didaur ulang, serta mampu bertahan hingga puluhan tahun—tanpa bergantung pada lithium atau logam langka yang selama ini menjadi bahan utama baterai konvensional.



Dalam laporan yang dirilis Forschungszentrum Jülich, lembaga riset energi ternama di Jerman, dijelaskan bahwa baterai ini menggunakan membran keramik khusus yang memungkinkan oksigen masuk tanpa merusak material di dalamnya. Hal inilah yang membuat baterai bisa tetap stabil dan efisien hingga lebih dari 25 tahun. Sementara itu, sistem penyimpanan energi lain berbasis garam dan udara bawah tanah yang disebut AirBattery bahkan disebut dapat bertahan hingga 40 tahun.



Sebagai reporter yang mengikuti perkembangan ini dari dekat, saya mendapati bahwa para peneliti menekankan satu hal penting: masa depan energi bersih tidak lagi harus terikat pada lithium. Selama ini, industri baterai dunia sangat bergantung pada pasokan lithium yang tidak merata, mahal, dan menimbulkan jejak lingkungan besar. Dengan hadirnya baterai garam-udara, Jerman mencoba membuka jalan menuju solusi energi berkelanjutan, aman, murah, dan tahan lama.



“Keunggulan utama teknologi ini adalah keberlanjutan. Semua komponennya dapat didaur ulang, bebas dari bahan beracun, dan mampu menyimpan energi dalam skala besar untuk mendukung transisi menuju energi terbarukan,” ungkap salah satu peneliti dalam wawancara yang dikutip dari CTIF dan ChargedUpPro.



Dengan temuan ini, dunia kini menaruh perhatian penuh pada bagaimana Jerman akan melangkah lebih jauh. Apakah baterai garam-udara ini akan segera menggantikan dominasi lithium-ion dalam penyimpanan energi global? Ataukah masih butuh waktu panjang untuk membuktikan keunggulannya di pasar massal?



Satu hal yang pasti, inovasi ini telah memicu optimisme baru di tengah krisis energi dunia. Jika benar bisa diterapkan secara luas, revolusi energi bersih berbasis garam dan udara ini bisa menjadi tonggak sejarah dalam perjalanan manusia menuju masa depan yang lebih hijau dan berkelanjutan.



Sumber: Forschungszentrum Jülich, CTIF, ChargedUpPro



#EnergiBersih #TeknologiHijau #BateraiGaramUdara #InovasiJerman #TanpaLithium #RevolusiEnergi
❮ previous
next ❯
infodunia
+

banner_jasaps_250x250.png
<<
login/register to comment
×
  • ic_write_new.png expos
  • ic_share.png rexpos
  • ic_order.png order
  • sound.png malsa
  • view_list1.png list
  • ic_mode_dark.png night
× rexpos
    ic_posgar2.png tg.png wa.png link.png
  • url:
× order
ic_write_new.png ic_share.png ic_order.png sound.png view_masonry.png ic_mode_dark.png ic_other.png
ic_comment.png Message
ic_argumen.png